Polisi Redam Baku Hantam di Maluku Utara

Kompas.com - 10/06/2008, 11:58 WIB

TERNATE, SELASA - Aparat Kepolisian Daerah (Polda) Provinsi Maluku Utara (Malut) akhirnya berhasil mengatasi bentrokan yang sempat terjadi antara pendukung pasangan cagub/cawagub Abdul Gafur/Abdurahim Fabanyo dan pendukung cagub/cawagub pasangan Thaib Armayn/Gani Kasuba di Ternate, Selasa.
    
Kabid Humas Polda Malut AKBP SIH Harno ketika dihubungi mengatakan, petugas agak kesulitan mengantisipasi bentrokan tersebut karena peristiwanya terjadi secara spontan. Ia mengatakan, pihaknya akan terus meningkatkan pengamanan agar kejadian seperti itu tidak terulang lagi.
    
Polda Malut mengharapkan pendukung kedua belah pihak untuk saling menahan diri agar tidak terjadi hal-hal yang dapat merugikan kepentingan masyarakat luas. "Kami mengimbau agar kedua massa dapat menahan diri, karena bentrokan yang terjadi dapat mengganggu keamanan dan ketertiban di Kota Ternate," katanya.
    
Bentrok antara massa pendukung Gafur/Fabanyo dan Thaib/Kasuba terjadi sejak dini hari di kawasan Tanah Tinggi jalan Yos Sudarso Kota Ternate, ketika pendukung Gafur memblokade jalan di sekitar Tanah Tinggi dan membakar ban bekas. Aksi tersebut terjadi di tempat yang berdekatan dengan rumah cawagub Abdul Gani Kasuba (Pasangan Thaib Armayin). Secara kebetulan, massa pendukung Thaib/Kasuba berada di rumah tersebut.
    
Tanpa diketahui penyebabnya dan pihak mana yang memulai, kedua kelompok massa kemudian terlibat saling menyerang dengan menggunakan batu. Aparat kepolisian yang tiba beberapa saat kemudian, langsung melerai pertikaian antara kedua belah pihak sehingga tidak mengakibatkan banyak korban berjatuhan. Hingga berita ini diturunkan, jumlah kerugian maupun korban luka belum diketahui.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau